Peran Kowil (Babinsa) tak bisa diabaikan pada saat giat ekskusi bangunan.

TELANAIPURA, kodim-0415-batanghari.com – Penertiban bangunan tanpa ijin yang biasa disebut dengan ekskusi biasa dilakukan oleh pihak eksekutor atau pemerintah dalam rangka menegakan aturan yang telah ditetapkan.

Perlawanan atau ketidakpuasan terhadap pemberlakuan eksekusi kerap kali dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa bangunanya menjadi obyek ekskusi.

Untuk meminimalisir adanya potensi kerusuhan pada saat dilaksanakanya giat eksekusi, tim eksekutor pemkot Jambi menindaklanjutinya dengan meminta bantuan personil kowil (Babinsa).

Hal ini dibenarkan oleh perwakilan personil dari Koramil 415-09/Telanaipura, Serma Suharto beserta rekan lainnya saat berada dilokasi pembongkaran di Jl. Kol. Amir Hamzah Sei Kambang kelurahan Selamat kota Jambi, Selasa (30/06/2020).

Bangunan permanen 7 (tujuh) pintu yang menyalahi aturan atau tidak berijin didirikan dan dibiayai secara swadaya oleh warga setempat bernama bapak Indosman. Seyogyanya bangunan tersebut akan dikontrakan/ diperuntukan untuk kegiatan komersial/usaha dagang.

Menyikapi kegiatan penegakkan aturan yang dilaksanakan oleh Pemkot Jambi, Danramil 415-09/Telanaipura Mayor Inf Iswadi S.Sos.i berpendapat bahwa sebagai aparat kewilayahan dan sesuai dengan tupoksi TNI dalam hal membantu tugas pemerintahan di daerah, peran TNI sangat diperlukan untuk membantu kelancaran dan meminimalisir dampak yang mungkin timbul akibat ketidakpuasan.

Secara jelas perintah diberikan kepada perwakilan personil yang terlibat untuk selalu mengedepankan upaya persuasif dan humanis, sehingga tugas dapat berjalan dengan aman dan lancar tanpa jatuh korban, khususnya korban jiwa.(Pendim)