BEDIL, Atasi kesulitan siswa saat belajar di masa pandemi, di Koramil Telanaipura .

TELANAIPURA, kodim-0415-batanghari.com – Saat ini corona sudah menjadi trending topik dan menjadi pembicaraan yang hangat oleh hampir seluruh penduduk dunia. Corona sudah mendominasi ruang publik dan memenuhi pemberitaan-pemberitaan, baik di media cetak maupun elektronik.

Beberapa wilayah di Indonesia memutuskan pemberlakuan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat hingga menerapkan kebijakan untuk meliburkan siswa dan memulai melakukan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online.

Pembelajaran daring tidak bisa lepas dari jaringan internet. Koneksi jaringan internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh para siswa, terlebih pada daerah yang minim operator jaringan.

Untuk saat ini, permasalahan yang timbul bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran saja, akan tetapi ketersediaan kuota yang sangat memberatkan para orang tua. Kuota yang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi melonjak dan banyak orang tua siswa yang tidak siap untuk menambah anggaran dalam menyediakan jaringan internet.

Menyikapi kendala-kendala yang timbul akibat pembelajaran daring ini, Koramil 415-09/Telanaipura menerapkan “bedil” bagi siswa kelas lX dan Xll.

Bedil disini bukan berarti senjata api menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akan tetapi bedil singkatan dari Belajar di Koramil. Nama ini sengaja disebutkan sesuai dengan fungsinya, sehingga proses belajar mengajar dapat terus dilakukan.

Ditemui by phone, Danramil 415-09/Telanaipura Mayor Inf Purwoko, SE menyebutkan bahwa
metode pembelajaran daring ini sebagai inovasi, solusi dan langkah untuk menjawab para siswa dan orang tua yang merasa kebingungan tidak memiliki handphone untuk menunjang kegiatan pembelajaran daring.

Koramil memfasilitasi jaringan internet/wifi secara Gratis agar disaat pandemi seperti sekarang ini, proses belajar mengajar masih tetap dapat dilangsungkan.

“Semua sektor sangat merasakan dampak adanya corona, salah satunya dunia pendidikan. Oleh sebab itu meski pandemi belum berakhir, proses belajar mengajar tidak boleh berhenti. Diperlukan inovasi dan solusi untuk mengatasinya.” ujar Danramil.